Penyerahan Surat Rekomendasi Pembangunan Gereja Bethesda Jakarta Utara

(FKUB JAKARTA) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) PRovinsi DKI Jakarta menyerahkan surat rekomendasi renovasi pembangunan bagi rumah ibadah Gereja Bethesda GPIB Jemaat Petra Jakarta yang beralamat, Jl. Kramat Jaya, Gg. Pepaya, Kel.Semper, Kec. Cilincing – Jakarta Utara.

Penyerahan surat rekomendasi Gereja Bethesda GPIB Jemaat Petra diberikan oleh Sekretaris FKUB DKI Jakarta H. Taufiq Rahman Azhar kepada panitia pembangunan dikantor FKUB Jakarta pada hari Selasa, 17/7/2018.

Bangunan Gereja Bethesda GPIB Jemaat Petra dibangun pertama kali pada Hari Minggu, tanggal 22 Juni 1983, dan kini kondisi Gedung Gereja Bethesda sudah sangat memprihatinkan karena rangka atap gereja sudah lapuk sehingga terjadi kebocoran pada bagian atap, hampir seluruh kusen jendela dan pintu telah lapuk dimakan rayap dan kalau hujan lebat Gereja terendam banjir. Sehingga pengurus Gereja bermaksud merenovasi gereja guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga jemaat yang beribadah di Gedung Gereja Bethesda.

Berdasarkan surat permohonan rekomendasi dari Gereja Bethesda yang dikirimkan kepada FKUB Provinsi DKI Jakarta dengan dilampiri dokumen persyaratan dan  hasil kunjungan lapangan pengurus FKUB Jakarta kelokasi pembangunan pada tanggak, 3 Juli 2018 dengan mendengarkan kesaksian dari tokoh masyarakat, pihak keamanan maka sudah selayaknya Gereja Bethesda diberikan surat rekomendasi pembangunan renovasi dari FKUB DKI Jakarta untuk dipergunakan mengurus IMB kepada Gubernur DKI Jakarta.(fkub/budi)

Echa Abdullah: “Majelis Agama dan Ormas Keagamaan Memegang Peranan Penting dalam Mewujudkan Kerukunan Masyarakat Jakarta

KH. Echa Abdullah – Ketua Panitia sedang memberikan sambutan

(FKUB JAKATA) Sesuai ketentuan yang ada dalam Peratuan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No.9/8 thn 2006, FKUB Provinsi memiliki tugas pokok dan fungsi yaitu  Satu, melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat,  Kedua, menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat,  Ketiga, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan gubernur; dan Keempat, melakukan sosialisasi peraturan perundangundangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat.

Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta dalam memenuhi ketentuan yang ada dalam PBM No.9/8 thn 2006 menyelengarakan kegiatan sosialisasi Peraturan Perundang-undangan serta Kebijakan tentang kerukunan dan pemberdayaan masyarakat dengan tema “Kita Wujudkan Jakarta Baru Yang Rukun dan Damai” dilaksanakan di Hotel Sentral yang beralamat di Jl. Raya Pramuka – Jakarta (5/7/2018).

Kegiatan Sosialisasi ini diikuti oleh perserta dari perwakilan majelis majelis agama, organisasi masyarakat keagamaan, aktivis wanita, KUB Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta dan anggota FKUB Provinsi DKI Jakarta yang semuanya berjumlah 60 orang.

Menurut Echa Abdullah selaku ketua panitia acara sosialisasi ini mengatakan, kegiatan ini kami khususkan untuk beberapa komponen di masyarakat DKI Jakarta, dan menurut petimbangan kami  justru yang memegang peranan penting dalam mewujudkan kerukunan masyarakat Jakarta yaitu majelis-majelis agama, pimpinan ormas keagamaan, aktivis wanita, FKUB dan KUB Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta.

Menurut kami ini sangat penting didalam kita memasuki usia Jakarta yang ke 491, diharapkan oleh kita, dan pemerintah agar Jakarta lebih maju, maju kotanya dan sejahtea rakyatnya dan para peserta ini yang memegang peranan penting dalam mewujudkan kerukunan masyarakat Jakarta, imbuhnya.

Echa juga berharap, melalui sosialisasi ini peserta bukan hanya nanti mampu menyerap apa yang disampaikan oleh para narasumber tetapi nanti mempu melaksanakan di ormas dan agama kita masing masing, sehingga akan ada sinergi kerjasama diantara kita bersama dan sama sama bekerja untuk bagaimana memberdayakan masyarakat  Jakarta ini khususnya Jamaah dan umat kita masing-masing, sehingga apa yang  kita harapkan yaitu terwujudnya Jakarta baru yang rukun dan damai bisa tercapai.

Echa menambahkan, semoga melalui sosialisasi ini mudah-mudahan setelah menyerap, bertemu, bersilaturahim, dan saling mengenal  maka keakraban diantara kita semakin kokoh, persaudaraan antara kita semakin dekat dan dengan demikian insya Allah kerjasama diantara kita akan makin meningkat dan apa yang diharapak pemerintah provinsi  “Jakarta lebih maju, maju kotanya dan sejahtea rakyatnya” dapat terwujud berkat kerjasam kita. Dan mudah-mudahan forum ini bisa dijadikan senjata kita dalam rangka membangun Jakarta ini lebih maju dan lebih baik, pungkas echa.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta –KH. Ahmad Syafii Mufid sekaligus menjadi narsumber dengan materi “Peran Serta Masyarakat Dalam Membangun Dan Memelihara Kerukunan” dan narasumber kedua adalah H. Bahrul Hayat, P.hD dengan judul materi “Membangun Kerukunan Umat Beragama” (fkub/budi)

 

PUAN AMAL HAYATI dan INTI Peduli dengan Kaum Pamulung, Tukang Ojek / Bajaj dan kaum Dhuafa

(FKUB Jakarta) Kepedulian terhadap kaum dhuafa dan orang yang kurang mampu ditunjukan Perhimpunan INTI dengan menyelengarakan kegiatan  Sahur bersama di lapangan RPTRA Kalijodo pada hari Selasa (12/6/2018)

Kegiatan Sahur bersama ini dilaksanakan PUAN  AMAL HAYATI bekerjasam dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) sebagai organisasi yang konsisten akan selalu mendukung setiap upaya yang memperjuangkan kepedulian, kebersamaan, persahabatan dan persaudaraan sesama warga bangsa tanpa terkecuali.

Menurut Liem Liliany Lontoh selaku ketua panitia pada saat diwawancarai mengatakan, kegiatan sahur bersama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga bangsa, terutama dengan memberikan perhatian khusus kepada mereka yang kurang beruntung serta menyantuni kaum dhuafa yang sedang menjalankan ibadah puasa, agar bisa bersahur/berbuka bersama.

Liliany menambahkan, bahwa sahur bersama ini dapat memberi penyadaran kepada kita semua tentang pentingnya menghormati, menjaga, merawat dan merayakan kebinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

“Menyadarkan kita semua bahwa perbedaan agama dan keyakinan tidak perlu membuat kita saling terasing satu sama lain, justru saling mempererat persaudaraan”.

Liliany yang juga sebagai ketua Sosial & CSR INTI menegaskan bahwa Sahur Bersama ini dapat melatih kerjasama berbagai komponen bangsa, melintasi semua sekat agama, budaya dan etnisitas.

Sahur bersama ini melibatkan Dua ribu peserta, dan dihadiri oleh Istri Presiden Indonesia Keempat Abdurahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid, Ketua Umum Ikatan Cendiakawan Muslim (ICMI) Jimly Asshiddiqie, Kombes Pol. Sambodo Purnomo selaku Dir Binmas Polda Metro Jaya, AKBP. Jajang Hasan Basri-kasubid Bintibluh Polda Metro Jaya, AKBP. Rachmat Sumekar-Kapolsek Penjaringan, H. Robby Nurhadi ketua umum Forum Kemitraan Religi Kamtibmas Polda Metro Jaya, serta turt hadir tokoh lintas agama dari MATAKIN, MUI, PHDI, PGIW Jakarta, Walubi, LDII, Muhammadiyah, Syarikat Islam, GOI, Harmoni Bahai, MLKI, dll

Ketua Umum INTI – Teddy Sugianto memberikan sambutan

Semantara itu Ketua Umum INTI – Teddy Sugianto dalam sambutannya mengatakan, sudah selayaknya bila setiap warga bangsa saling menghormati agama dan kepercayaan saudaranya, dan saling membantu selaras dengan nilai gotong-royong yang menjadi nilai luhur yang diwariskan generasi pendahulu.

INTI sadar, bila tak ingin didiskriminasi, INTI tidak hanya tidak boleh diskriminatif, melainkan juga harus konsisten mendukung setiap upaya serius bagi terwujudnya persaudaraan sejati.

Teddy Sugianto juga menjelaskan bahwa kelahiran INTI tidak bisa dilepaskan dari peran Gus Dur secara khusus dsn dukungan Nahdlatul Ulama secara umum. Oleh karenanya INTI berkomitmen ikut mendukung setiap kegiatan Keluaga Besar Gus Dur dan NU, selama sejalan dengan visi-misi INTI.

Pada kesempatan itu Sinta Nuriyah Wahid dalam sambutannya mengatakan, acara sahur bersama ini memberikan nilai kerukunan dan perdamaian. Sebab acara ini dihadiri oleh berbagai macam suku dan agama.

“Jadi dengan acara ini saya bersyukur. Kalau melihat acara seperti ini Indonesia itu dalam keadaan rukun dan damai dalam kehidupan yang damai bersama semuanya” kata Shinta.

Kegiatan Sahur Bersama dipandu oleh MC Indra Bekti, dan dihibur dengan penampilan Barongsay, Marawis, Paduan Suara serta ada penyerahan tiga buah kursi roda kepada tiga komunitas yaitu pemulung, tukang ojek dan dhuafa (fkub/budi)

 

 

Pernyataan Sikap FKUB DKI Jakarta atas Aksi Bom Bunuh diri di Surabaya

Ketua FKUB DKI Jakarta – KH. Ahmad Syafii Mufid didampingi para pimpinan majelis-majelis agama

(FKUB JAKARTA) Menyikapi aksi bom bunuh diri yang terjadi pada hari minggu 13/5/2018 di Tiga gereja di Surabaya yaitu gereja Santa Maria Takbercela, gereja Pantakosta dan  GKI Jl. Diponegoro.

Forum Kerukunan Kerukunan Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta bersama pimpinan majelis-majelis agama dan organisasi sosial keagamaan melakukan pernyataan sikap mengutuk tindakan bom bunuh diri yang menimpa tiga gereja di Surabaya. Kegiatan pernyataan sikap dilakukan di Hotel Sentral Jl. Pramuka Raya – Jakarta Pusat (14/5/2018).

Isi Pernyataan Sikap FKUB Provinsi DKI Jakarta dan tokoh agama serta organisasi kemasyarakatan antara lain:

  1. Sangat menyesalkan dan mengutuk keras segala macam bentuk tindakan kekerasan dengan cara menebarkan teror, kebencian dan kekerasan apapun motifnya karena hal itu bertentangan dengan ajaran agama manapun.
  2. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada semua korban kekerasan dan tindak terorisme yang menimpa beberapa gereja di Surabaya. Semoga semua keluarga korban diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan;
  3. Mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat, tepat sampai tuntas segala gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut untuk menyelesaikan msalah kekerasan dan terorisme dengan seksama, menyeluruh dan berkesinambungan tidak parsial serta sporadis;
  4. Menghimbau seluruh tokohg agama, tokoh masyarakat, elit politik dan masyarakat untuk menghindarkan komentar komentar yang akan memperkeruh keadaan. “Jangan issue peristiwa terorisme ini untuk kepentingan politik yang sesaat”. Saling mencurigai kelompok agama satu sama lain yang menghancurkan kerukunan dan persatuan bangsa.
  5. FKUB PROVINSI DKI JAKARTA menghimbau seluruh masyarakat umat beragama tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjwab. Masyarkat hendaknya tidak berspekulasi dan mengaitkan pemboman dengan peristiwa politik dan kelompok agama tertentu agar situasi tetap kondusif dan harmonis.

Pernyataan sikap di tanda tangani oleh ketua dan sekretaris FKUB DKI Jakarta, pimpinan majelis-majelis agama dan perwakilan dari dua puluh satu organisasi sosial keagamaan, yaitu: PW NU DKI Jakarta, PW Muhamadiyah DKI Jakarta, PW Al Washliyah DKI Jakarta, DPW LDII DKI Jakarta, Fatayat NU, Mathla’ul Anwar, DPW Syarikat Islam DKI Jakarta, DPW Syarikat Islam DKI Jakarta, PW Aisyiyah, PW NA, PITI DKI Jakarta, Himpunan Bina mualaf Indonesia DKI Jakarta, Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT), PERTI, Muslimat NU, Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, DPW BKPRMI DKI Jakarta, JPPRMI, PW PGLII DKI Jakarta, PGPI DKI Jakarta, GMAHK DKI Jakarta, LP Ma’arif NU DKI Jakarta.

Kegiatan Pernyataan Sikap tersebut juga disaksikan oleh anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gembong Warsono, S.IP., MM, Badan Kesbangpol DKI Jakarta dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. (fkub/budi?

 

Penyerahan Rekomedasi Pembangunan Masjid Al Falah

(FKUB-Jakarta ) FKUB Provinsi DKI Jakarta menyerahkan surat rekomendasi pembanguan masjid Al Falah beralamat: Jl. Cipinang Jaya 1A Rt.10/07 Kel. Cipinang Besar Selatan-Jatinegara – Jakarta Timur.

Penyerahan surat rekomendasi pembangunan masjid Al Falah dilakukan dikantor FKUB Provinsi DKI Jakarta – Graha Mental Spiritual lt. 4, Jl, Awaludin II, Kebun Melati – Tanah Abang Jakarta Pusat (12/4).

Surat rekomendasi pembangunan masjid Al Falah diberikan setelah FKUB provinsi DKI Jakarta menerima surat permohonan rekomendasi dari panitia pembangunan masjid Al Falah, dan FKUB Provinsi DKI Jakarta telah memeriksa kelengkapan persyaratan memperoleh rekomendasi pembangunan rumah ibadah, serta FKUB provinsi DKI Jakarta telah melakukan proses verifikasi lokasi pembangunan masjid Al Falah pada hari rabu 28 maret 2018.

Masjid Al Falah berdiri sejak 1985 berdiri ditengah –tengah permukiman masyarakat  Rt.10/07 Kel. Cipinang Besar Selatan-Jatinegara – Jakarta Timur. Masjid Al Falah selain digunakan untuk beribadah dan digunakan juga untuk menimba ilmu keagamaan serta kegiatan sosial masyarakat. Melihat kondisi bangunan masjid Al Falah yang sudah tua, maka sepantasnya untuk dilakukan renovasi pembanguan agar dapat memberi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Surat rekomendasi masjid Al Falah diserahkan oleh ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta – KH. Ahmad Syafii Mufid kepada ketua panitia pembangunan masjid Al Falah Sugito.(fkub/budi)

 

Perjalanan Capacity Building FKUB Provinsi DKI Jakarta

Drs. Dedy Sosialisto-Plt. Kepala Bidang KEsatuan bangsa Kota surabaya dan KH. Ahmad Syafii Mufid Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta

(FKUB-JAKARTA) Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan ke Provinsi Jawa Timur dalam rangka Capacity Building guna meningkatkan kapasitas anggota FKUB Provinsi DKI Jakarta, kunjungan dilaksanakan selama empat hari mulai dari tanggal, 19-22 Maret 2018.

Pilihan sasaran perjalanan ke daerah Jawa Timur sangat penting untuk capacity building dalam rangka bina damai. Bagi FKUB DKI Jakarta, kunjungan ke luar negeri maupun dalam negeri bahkan di dalam kota Jakarta adalah untuk tujuan besar, kerukunan atau bina damai. Mandat yang diemban oleh FKUB Provinsi DKI Jakarta mengharuskan semua untuk terus menerus meningkatkan pengetahuan, menambah pengalaman dan memahami dinamika kemanusiaan, sosial, keagamaan dan kebangsaan.

Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dalam perjalanan ini. Hari Pertama, FKUB Provinsi DKI Jakarta berkunjung ke kota Surabaya untuk bertemu dan berdialog dengan mitra, FKUB kota Surabaya dan FKUB Provinsi Jawa Timur. Semula, pada pertemuan dengan FKUB Kota Surabaya, rombongan dapat bertemu dengan Walikota Surabaya, tetapi karena ada tamu dari Liverpool, FKUB DKI hanya bertemu dengah PLT. Kepala Badankesbangpol serta pimpinan FKUB setempat. Isu yang dibicarakan adalah seputar bina damai yang terkait dengan pembangunan dan penataan kota tanpa penggusuran, kesejahteraan sosial terutama untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial (PSK) yang melibatkan peran ormas, yakni Muhammadiyah di wilayah Dupak.

Selanjutnya FKUB Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan ke kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur, berdialog dengan FKUB Provinsi Jawa. Rombongan FKUB DKI Jakarta diterima oleh Sekretaris kesbang, dewan penasihat dan pimpinan serta anggota FKUB Jawa Timur.

Foto bersama pengurus FKUB DKI Jakarta dan Pengurus FKUB Provinsi Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur memiliki residu konflik sosial keagamaan terkait kasus Sampang, yang melibatkan komunitas Syiah dan masyarakat setempat. Problem berkepanjangan. Sudah satu windu kejadian, korban pengungsi belum mau kembali, dan korban masyarakat belum mau menerima kembali mereka. Penerintah daerah harus mengeluarkan dana besar untuk menjamin kehidupan para pengungsi. Tentu sangat nembebani pikiran dan sumber daya pemerintah daerah. Namun, pemerintah menurut Kesbangpol Provinsi Jawa Timur tetap dalam semboyannya “Pemerintah itu tugasnya Ngayomi dan Ngayemi”. Artinya pemerintah harus melindungi rakyat dan membuat tenang masyarakatnya. Mengakhiri kunjungan di Surabaya, peserta city tour ke jembatan Suromadu, tol yang menghububgkan kota Surabaya dengan Bangkalan Madura. Semestinya, setelah itu akan ziarah ke makam Sunan Ampel dan mengamati kehidupan masy multikultural di wilayah tersebut, tetapi karena ada anggota yang sakit, rombongan langsung pulang ke penginapan dan mengurus teman yang perlu dirawat.

Lesson learn dari Surabaya adalah, kehidupan multikultural masyarakat telah berlangsung lama, sejak abad 14 hingga sekarang. Mereka saling mengenal, saling menghormati dan bekerjasama, atau toleransi. Cukup sudah pembelajaran tentang bina damai digali dari khasanah budaya kita sendiri.

Pelajaran berharga lainnya, yang juga dapat dijadikan bukti bahwa kerukunan umat beragama di wilayah Jawa Timur. Pada abad 19 di Ngoro dan Mojowarno telah tumbuh komunitas Kristen pertama bagi masyarakat Jawa. Komunitas ini membangun jemaat Gereja
Kegiatan hari Hari Kedua, dilanjutkan kunjungan ke Trowulan, disini rombongan mendapatkan pelajaran di mana situs kerajaan Majapahit pernah menjadi negara besar abad 14 – 15. Negara ini hilang ditelan oleh sejarah karena pertikaian atau konflik politik yang berkepanjangan. Majapahit meninggalan pesan dan pelajaran yang sangat luar biasa bagi bangsa ini dengan semboyannya “Bhineka Tunggal Ika”  meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan Majapahit yang terkenal itu telah diterima oleh bangsa Infonesia sebagai salah satu kesepakatan nasional.
Rombongan FKUB DKI Jakarta menyempatkan mengunjungi Patung Buddha Tidur (Sleeping Buddha) ini terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Lokasinya berada di tengah perkampungan yang dekat dengan desa persawahan, sehingga menjadikan suasana disana menjadi tenang dan sejuk khas pedesaan. Tempat ini sering mendapat kunjungan wisatawan, baik untuk beribadah maupun rombongan non-Buddhis, terutama hari libur sekolah yang banyak dikunjungi oleh para pelajar. Pihak pengelola vihara cukup terbuka menerima kedatangan rombongan dan akan memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan keberadaan tempat ini.
Selanjutnya rombongan FKUB DKI Jakarta melanjutkan kunjungan ke Gereja Kristen Jawi Wetan yang beralamat di Jl.Merdeka No.2, Mojowangi, Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61475. Gereja Kristen Jawi Wetan pertama kali dideklarasikan pada tanggal 11 Desember 1936 di salah satu Jemaat Kristen Jawa terkemuka saat itu. Setelah itu, rombongan FKUB DKI Jakarta melanjutkan perjalannya dan menyempatkan berjiarah ke makam Gus Dur Presiden Republik Indonesia Ke-4. Kegiatan FKUB DKI Jakarta pada hari kedua berakhir di Pondok Pesantren Wali Barokah, sebuah pesantren untuk mendidik mubaligh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Tokoh litas agama yang ikut rombongan ini menjadi tahu apa itu pesantrenm apa itu LDII dan bagaimana relasi sosial serta perananny dalam bina damai di wilayah Kediri. Di Kediri, LDII berhasil menjadi salah satu penggerak kerukunan dan kedamaian. Buktinyam FKUB DKI Jakarta diterima oleh pimpinan pesantren KH.Sunarto didampingi oleh tokoh-tokoh lintas agama dan bahkan tokoh penghayat kepercayaan.
Kegiatan hari Hari Ketiga, Rombongan FKUB DKI Jakarta melanjutkan perjalanan menuju ke Kota malang dan menyempatkan mampir ke makam Bung Karno Presiden Pertama Republik Indonesia.
Kegiatan hari Hari Keempat, rombongan FKUB DKI Jakarta berkunjung ke Keuskupan Malang, kegiatan kunjungan diisi dengan berdialog dengan Uskup Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm dan tokoh lintas Iman Kota Malang.(fkub/budi)

FKUB DKI Jakarta Menggelar Pentas Seni Budaya di Balai Kota

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Djarot Syaiful idayat memberikan sambutan.

(FKUB Jakarta) Provinsi DKI Jakarta merupakan barometer bagi bangsa Indonesia, karena Jakarta adalah Ibukota Negara sekaligus miniatur Indonesia. Provinsi DKI Jakarta memiliki tantangan besar memelihara keharmonisan dan kerukuanan antar umat beragama ditengah –tengah warganya yang multi etnis dan beragam latar belakang.

Forum Kerukunan Umat Beragama) DKI Jakarta bersama Alumni SABDA (Sekolah Agama dan Bina Damai) menyelenggarakan kegiatan pentas seni dan budaya anak lintas iman bertema ‘Indonesia Bangkit’ bertempat di Pendopo Balaikota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu siang (23/09/17).

Kegiatan pentas seni ini mementaskan pagelaran berbagai aktifitas anak-anak seperti permainan, mewarnai, dongeng serta pentas kesenian dan musik tradisional Indonesia yang diikuti sebanyak 600 anak-anak lintas iman utusan sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP yang berasal dari agama Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Khonghucu, dan Hindu.

Dalam acara tersebut dimeriahkan oleh Tarian Pencak Silat, Pertunjukan musik Angklung, Barongsay dan tarian tradisonal lainnya yang merupakan partisipasi dari masing masing majelis agama.

Menurut  KH. Ahmad Syafii Mufid selaku ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta,  kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk menanamkan arti kerukunan sejak dini.

Untuk merekatkan kebhinekaan yang didambakan, meneguhkan kembali kebersamaan anak-anak maupun seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita Proklamasi Republik Indonesia.

“Acara kita helat dengan harapan dan tujuan agar Jakarta lebih baik lagi, damai hidup bersama dan menjaga kerukunan,”

Ahmad Astamar selaku ketua panitia penyelenggara menambahkan, bahwa keberagaman identitas bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang patut kita dirawat dan disyukuri.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dalam sambutannya mengungkapkan kegembiraannya menyaksikan pentas seni yang ditampilkan sejumlah anak lintas agama yang berasal dari berbagai sekolah di Jakarta ini.

“Saya senang sekali, saya bangga kepada anak-anak kita, yang kemudian menggugah tentang komitmen bahwa anak-anak ini harus diperlakukan sama,” kata Djarot.(fkub/budi)

KH. Syafii Mufid: Rekonsiliasi dan Mediasi Pasca Pilkada

(FKUB Jakarta) Dinamika politik pasca penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2017 memunculkan polirisasi di masyarakat. Polarisasi disebabkan oleh pemanfaatan isu primodial terkait suku, agama, ras dan antargolongan disertai ujaran kebencian.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini tidak boleh memihak kepada salah satu calon. FKUB Provinsi DKI Jakarta selalu berupaya untuk menyatukan pihak-pihak berselisih.

Alhamdulillah Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 dapat berjalan dengan lancar dan aman tanpa ada kerusuhan yang berarti.

“Setelah terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru pasca Pilkada, mari semua pihak yang terpecah untuk  menjadi satu membangun Kota Jakarta” ujar KH. Syafii Mufid pada saat memberikan materi pada lokakarya “Mediasi dan Resolusi Konflik Keagamaan” di Villa Renata Cipanas, (26/7/2017)

Lokakarya Mediasi dan Resulusi Konflik Keagamaan diselenggarakan oleh PUSAD Paramadina bekerjasama dengan Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada (MPRK) Jogjakarta dan FKUB Provinsi DKI Jakarta, berlangsung selama empat hari, 24-27 Juli 2017 di Villa Renata – Cipanas, Cianjur Jawa Barat.

FKUB DKI Jakarta telah melakukan Rekonsiliasi dan Mediasi Pasca Pilkada DKI Jakarta 2017 untuk menyatukan pihak-pihak yang bertikai untuk menjadi satu kembali.

Upaya-upaya yang dilakukan FKUB DKI Jakarta adalah, Program 100 hari rekonlisiasi antar pendukung, Perlu memberikan penjelasan kepada elit, bahwa pilkada adalah kontestasi, Stop reproduksi Isu SARA, Melakukan Silaturrahmi dan Saling Memaafkan dan Mengumpulkan para tokoh muslim dan non muslim untuk saling memaafkan setelah kejadian Pilkada.

“Alhamdulillah FKUB DKI Jakarta dapat berperan dalam pelaksanaan rekonsiliasi dan mediasi pasca pilkada DKI Jakarta 2017”, imbuhnya.

Syafii menambahkan, FKUB DKI Jakarta kini telah berkembang menjadi lembaga Bina Damai, tidak hanya melakukan tugas pokok saja, tapi bias berperan dalam mencipktakan kedamaian di Jakarta.

Prinsip FKUB DKI Jakarta dalam menjaga kerukunan Kota Jakarta adalah “Mengagungkan Tuhan, Memuliyakan Manusia”,(budi/fkub)

FKUB DKI Jakarta Teken Nota Kesepahaman Dengan Yayasan Global Peace Foundation

Ketua FKUB DKI Jakarta - KH. Ahmad Syafii Mufid (kiri) dan Dr. Chandra Setiawan- Ketua Yayasan Global Peace Foundation Indonesia

Ketua FKUB DKI Jakarta – KH. Ahmad Syafii Mufid (kiri) dan Dr. Chandra Setiawan- Ketua Yayasan Global Peace Foundation Indonesia

(FKUB Jakarta) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta teken nota kesepahaman dengan Yayasan Perdamaian Global Indonesia (Global Peace Indonesia Foundation) terkait dengan upaya menciptakan perdamaian dan kerukunan umat beragama melalui kegiatan dibidang kepemudaan dan pembangunan ekonomi dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dikantor FKUB DKI Jakarta, Ghara Mental Spiritual Lt.4 – Jl. Awaludin II, Kebun Melati – Tanah Abang – Jakarta Pusat (6/6/2017).

Kegiatan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) ini dimaksudkan adalah sebagai dasar kemitraan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta dengan Yayasan Perdamaian Global Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dalam pendayagunaan kelembagaan lainnya secara terencana, terkoordinasi, terorganisir, terpadu dan menyeluruh serta mensinergikan kegiatan-kegiatan dalam mendukung upaya menciptakan perdamaian dan kerukunan umat beragama di Provinsi DKI Jakarta khususnya dan bagi Indonesia pada umumnya.

Dalam sambutannya ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, KH. Ahmad Syafii Mufid mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Global Peace Indonesia Foundation mau bekerjasama dengan FKUB DKI Jakarta.

“Dengan kehadiran lembaga GPF ini menghadirkan semangat baru, Prespektif baru dan karya baru buat FKUB Jakarta”.

Ketua FKUB DKI Jakarta berharap dengan kerjasama ini mampu menciptakan kerukunan dan perdamaian di Jakarta khususnya dan Dunia.

Sementara itu Dr. Chandra Setiawan selaku pimpinan Global Peace Indonesia Foundation menjelaskna bahwa, GPF bediri dari tahun 2010, dan sudah banyak memiliki hubungan dengan oganisasi diseluruh dunia.

Global Peace Indonesia Foundation pada 2010 mengadakan Global Peace Festival Asia Pastific, bekerjasama dengan NU, dan melibatkan para tokoh agama dilaksanakan di Glora Bung Karno yang dihadiri oleh 35.000 orang peserta.

IMG_1513

Menurut Chandra, “Perdamaian itu tidak akan terwujud kalau kita tidak menganggap bahwa kita ini bersaudara sesama manusia”.

Chandra menambahkan, kerjasama lintas agama adalah salah satu caru untuk mencapai persaudaraan dengan rasa damai.Dunia kalau mengabaikan posisi umat lintas agama maka perdamaian tidak mungkin akan tercapai, jadi kerjsama itu sangat penting, imbuhnya.

Chandra juga meyakini bahwa, keluarga menjadi pondasi untuk melangkah lebih jauh, jadikan keluarga menjadi sekolah yang mengajakan cinta kasih.

Perlu kita tanamkan kepada anak-anak agarmemiliki semangat melayani sejak dini sehingga bisa menyadari bahwa tidak ada orang yang bisa hidup sendiri didunia ini.

“Hidup kita harus berati buat orang lain, kebaikan itu tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi kebaikannya itu bemanfaat buat orang lain”.

Chadra juga berharap, kerjasama dengan FKUB Jakarta bisa merekatkan kembali kerukunan pemuda-pemuda lintas agama yang sempat terkoyak akibat pengaruh Pilkada DKI Jakarta, dan terjadi kemerosotan yang luar biasa teruatama melalui pengunaan media sosial.

FKUB Jakarta merupakan salah satu FKUB yang terbaik di Indonesia sehingga bisa menjadi contoh, dan bisa menunjukan bahwa DKI Jakarta ini menjadi pusat perdamaian, pungkasnya.(fkub/budi)

DPD Walubi Jakarta Menggelar Acara Karya Bakti

IMG-20170430-WA0033(FKUB-Jakarta) Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2561, DPD WALUBI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan Nasional, minggu 30/4/17.

Kegiatan Karya Bakti dimulai dari pukul 07.00, diawali dengan upacara singkat dan doa bersama dipimpin oleh Bikkhu sangha, dan selajutnya diteruskan dengan kegaitan bersih-bersih makam pahlawan dan tabur bunga.

Menurut Pdt. Liem Wira Wijaya selaku ketua DPD Walubi Jakarta dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan bersih-bersih makam pahlawan ini merupakan ungkapan terima kasih kepada tokoh nasional yang kita anggap sebagai guru dan suri tauladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita boleh berbangga bahwa hanya Walubi yang sudah bertahun-tahun secara berkesinambungan berkesempatan beramal bakti membersihkan taman makam pahlawan diseluruh Indonesia, khusunya di Provinsi DKI Jakarta”

Pdt. Liem menambahkan, sebagai umat Buddha kita memiliki seorang Buddha Gautama sebagai figur tauladan dalam kehidupan rohani. Sebagai mana yang diajaranya, kita berkewajiban menyatakan terima kasih kepada:

Pertama: Terima kasih kepada Hyang Triratna (Buddha, Dhamma dan Sanggha) yang telah memberikan bimbingan rohani kepada kita dalam mengarungi kehidupan, Kedua: berterima kasih kepada Negara dimana kita lahir, besar, berkarya dan mati nantinya, Ketiga: berterima kasih kepada orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, memberikan pendidikan dan bimbngan bagi kita untuk menjadi manusia yang mandiri, berguna bagi keluarga dan masyarakat sekitar, Keempat: berterima kasih kepada guru yang telah mewariskan ilmu pengetahuan, ketrampilan sebagai bekal kita untuk hidup mandiri dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara.

IMG-20170430-WA0045

Kegiatan Karya Bakti membersihkan makam pahlawan nasional ini merupakan salah satu rangkaian peringatan hari Trisuci Waisak.Hari Waisak memiliki tiga momentum penting bagi umat Buddha, yaitu kelahiran Siddharta Gotama, pencapaian menjadi Buddha dan mangkatnya Buddha. Untuk acara Waisak sendiri akan dilaksanakan di Candi Borobudur pada tanggal 11 Mei 2017.

Acara Karya Bakti kali ini diikitu oleh sekitar 650 umat Buddha di sekitar Jakarta.(fkub/budi)

1 2 3 4