Senandung Sholawat Dan Dzikir Untuk Kesalamatan Bangsa

(FKUB JAKARTA) Peran ulama dibutuhkan sebagai pilar pemersatu bangsa, terlebih di tahun politik ini, persatuan terus digaungkan untuk mengusir berbagai paham jahat yang ingin merusak NKRI.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta mengajak para Ulama, dan Umara serta seluruh umat muslim di Jakarta untuk mendo’akan Keselamatan Bangsa  dengan menggelar dzikir akbar yang bertajuk Senandung Sholawat dan Dzikir Nasional, serta Do’a untuk Keselamatan Bangsa bertempat di Monumen Nasional Jakarta Pusat, pada hari Kamis 21 Februari 2019.

Kegiatan Senandung Sholawat dan Dzikir Nasional mengambil Tema “Meningkatkan Peran Ulama Untuk Memperkuat Ukhuwah Umat Dalam Bingkai NKRI” bekerja sama dengan Majelis Taklim Nurul Mustofa Pimpinan Habib Hasan bin Ja’far yang akan diikuti oleh 50.000 Ulama, Umaro dan Jamaah Umat Islam di wilayah DKI Jakarta.

Kyai Munahar menjelaskan, Senandung Sholawat dan Dzikir Nasional, adalah sarana yang paling ampuh untuk membebaskan manusia dari egosentris, karena esensinya dzikir adalah bagaimana mejadikan manusia semakin sadar akan hakikat kemanusiaan, dan di kegiatan ini akan timbul satu pengalaman rohani yang menyadarkan umat untuk menghargai pentingnya rasa persatuan dan kesatuan.

Senandung Sholawat dan Dzikir Nasional merupakan kegiatan yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta hanya untuk kepentingan ukhuwah dan tidak sama sekali bermuatan politik.

Hal ini perlu ditegaskan agar tidak menjadi polemik nantinya,” tegas Kyai Munahar.

Berikut Rundown Acara Senandung Sholawat dan Dzikir Nasional, serta Do’a untuk Keselamatan Bangsa

– 16.00 : Jamaah Mendatangi Monumen Nasional

– 18.00-18.30 : Sholat Maghrib Berjamaah

– 18.30-19.30 : Senandung Dzikir

– 19.30-20.00 : Sholat Isya’ Berjamaan

– 20.00-20.30 : Senandung Sholawat Nabi

– 20.30-20.40 : Sambutan Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta

– 20.40-21.00 : Sambutan Gubernur Provinsi DKI Jakarta

– 20.00-22.00 : Ceramah Agama Tabligh Akbar

 

Sumber berita: website MUI DKI Jakarta

https://www.muidkijakarta.or.id/mui-dki-jakarta-senandung-sholawat-untuk-kepentingan-ukhuwah/

 

Menteri Agama-Lukman Hakim Saefudin: “Menurut Pemerintah Hari Raya Imlek Sebagai Hari Raya Agama”

H. Lukman Hakim Saefuddin – Menteri Agama Republik Indonesia

(FKUB JAKARTA) Menteri Agama Republik Indonesia-Lukman Hakim Saifuddin memandang Hari Raya Imlek merupakan hari raya keagamaan bagi umat Khonghucu, hal tersebut disampaikan pada saat berpidato dalam acara Tahun Baru Imlek nasional 2570 yang mengusung tema “Penimbunan Kekayaan Akan Menimbulkan Perpecahan Diantara Rakyat, Tersebarnya Kekayaan Akan Menyatukan Rakyat yang digelar di Gedung Theater Garuda TMII, Jakarta-Minggu (10/02).

Lukman Hakim dalam pidatonya mengatakan, setidak tidaknya di kementerian agama karena selaku menteri agama setiap tahunnya menetapkan hari libur nasional, dan Imlek dalam Prespektif kementerian agama yang juga hakekatnya menurut pemerintah itu adalah Hari Raya Agama.

“Kami setiap tahunnya menetapkan hari libur nasional, dan Imlek dalam Prespektif kementerian agama yang juga hakekatnya menurut pemerintah itu adalah Hari Raya Agama”.

Karena hari hari libur nasioanal selain hari libur yang sifatnya nasional itu semua terkait dengan agama, seperti di Islam ada perayaan maulid Nabi, Isra Mi’raj, di Kristen ada Natal, Paskah, di Hindu ada Hari Raya Nyepi, di Buddha ada hari raya Waisak dan bagi umat Khonghucu ada Hari Raya Imlek, meskipun tentu kita harus tetap menghormati, menghargai sebagian saudara saudara kita yang memiliki cara pandang berbeda dalam hal ini, imbuhnya

Menag Lukman tidak lupa mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada umat Khonghucu di Indonesia.

“Saya merasa bersyukur bisa hadir di perayaan Imlek ini. Tahun Baru Imlek adalah perayaan agama yang memiliki makna spesial bagi umat Khonghucu,” ujar Menag.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada umat khonghucu yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia,”

Melalui tahun baru Imlek 2019, Menag berharap dan optimis bahwa umat Khonghucu dapat memberikan contoh memoderasi beragama, pungkasnya.

Perayaan tahun baru Imlek ini merupakan kali ke 20 digelar MATAKIN, dihadiri oleh ribuan umat Khonghucu dan tampak hadir Ketua Kehormatan MATAKIN Jimly Asshiddiqie, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta – Dr. H. Saeful Mujab, Kapus Khonghucu, Mejelis-Mejelis Agama, Ketua Umum Kowani, Ketum INTI Teddy Sugianto, Jaya Suparna, Izmi Abubakar, Ketum MATAKIN  Xs Budi Santoso bersama jajarannya serta para tokoh lintas agama. (fkub/budi)

FKUB DKI Jakarta Mendapat Penghargaan Sebagai FKUB Provinsi Berkinerja Terbaik

(FKUB JAKARTA) Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta mendapatkan Harmony Award Tahun 2018 sebagai FKUB Provinsi dengan Kinerja Terbaik.

Pemberian penghargaan Harmony Award 2018 diberikan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta KH. Ahmad Syafii Mufid, pada saat penyelenggaraan Upacara Hari Amal Bakti Ke-73 Kementerian Agama RI di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Penghargaan Harmoni Award Kerukunan Umat Beragama diberikan kepada Enam Kepala Daerah dan Enam pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai apresiasi atas sumbangsih dan kontribusi mereka dalam pembangunan kehidupan dan kerukunan umat beragama.

Dalam sambutannya Menteri Agama menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kota/Kabupaten serta kepada semua instansi terkait.

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, serta kepada semua instansi terkait, atas dukungan dan kerjasama lintas sektoral dalam pembangunan kehidupan beragama selama ini, semoga kerjasama dan kebersamaan itu dapat semakin ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Penghargaan Harmony Award 2018 diberikan kepada, Pertama, Katagory Pemerintah Provinsi: Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Sulawesi Barat dan Provinsi Kalimantan Timur.

Kedua, Pemerintah Kabupaten/Kota: Kabupaten Bulungan; Kota Ambon; Kota Yogyakarta.

Ketiga, Katagori FKUB Provinsi berkinerja terbaik, FKUB Provinsi Aceh; FKUB Provinsi DKI Jakarta; FKUB Provinsi Kalimantan Barat.

Keempat, FKUB Kabupaten/Kota berkinerja terbaik, FKUB Kota Bekasi; FKUB Kabupaten Gunung Kidul; FKUB Kabupaten Tasikmalaya.(fkub/budi)

Sumber Berita: website. Kementarian Agam Republik Indonesia

https://kemenag.go.id/berita/read/509723/hab-73–menteri-agama-berikan-harmony-award-2019

FKUB Jakarta Menerima Kunjungan Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

(FKUB JAKARTA) Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan dari mahasiswa semester akhir Fakultas Ushuluddin-Universitas Darussalam Gontor, dikantor FKUB Provinsi DKI Jakarta, Graha Mental Spiritual Lt.4, Jl. Awaludin II, Kebun Melati, Tanah Abang – Jakarta Pusat (6/12/18).

Kunjungan Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ke FKUB Jakarta dalam rangka Studi Pengayaan Lapangan untuk pengembangan wacana keilmuan, penambahan wawasan dan penguatan ukhwah.

Rombongan mahasiswa Fakultas Ushuluddin berjumlah dua puluh orang yang terdiri dari delapan belas orang mahasiswa dan dua orang dosen pembimbing, dan diterima langsung oleh Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta-KH. Ahmad Syafii Mufid dan didampingi oleh Rudy Pratikno, Syarif Tanudjaja, H. Elishman Iljas, Pdt. Liem Wira Wijaya, Pdt. Manuel E Raintung, Romo Antonius Suyadi, H. Ahmad Astamar dan H. Qomarudin.

Dalam kunjungan ke FKUB Provinsi DKI Jakarta, mahasiswa Fakultas Ushuluddin membahas tentang Eksklusifitas, Inklusifitas dan Pluralisme Agama, dan pada kesempatan itu banyak melakukan diskusi dan tanya jawab.(fkub/budi)

FKUB Jakarta Menerima Kunjungan FKUB Provinsi Kalimantan Selatan

FKUB JAKARTA) Jakarta sebagai ibu kota negara adalah barometer nasional. Jika Jakarta aman maka diyakini seluruh Indonesia aman.

FKUB Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan dari FKUB Provinsi Kalimantan Selatan, bertempat dikantor FKUB DKI Jakarta yang beralamat Graha Mental Spiritual Lt.4, Jl. Awaludin II, Kebun Melati – Tanah Abang, Jakarta Pusat (23/11/2018).

Rombongan FKUB Provinsi Kalimantan Selatan berjumlah sepuluh orang dipimpinan langsung oleh Ketua FKUB Provinis Kalimantan Selatan  – H. Mirwan.

Mirwan menjelaskan, tujuan kunjungan FKUB Provinsi Kalimatan Selatan ke FKUB Provinsi DKI Jakarta adalah ingin mengetahui tentang bagaimana FKUB DKI Jakarta dalam mengelola kerukunan yang sudah Go Internasional dan bagaimana FKUB DKI Jakarta menjaga kerukunan menjelang Pilpres 2019, karena DKI Jakarta sebagai barometer nasional.

“Bagaimana FKUB Jakarta menjaga kerukunan menjelang Pilleg dan Pilpres tahun 2019, agar kami bisa mencontoh dalam menjaga kerukunan di Kalimantan Selatan”

Rombongan FKUB Kalimantan Selatan diterima wakil ketua FKUB Jakarta Rudy Pratikno didampingi oleh pengurus FKUB Jakarta lainnya yaitu H. Syarif Tanudjaja, Pdt. Liem Wira Wijaya, H. Syamsul Ma’arif, dan H.Qomarudin serta H. Ridwan Rusli dari Kesbangpol DKI jakarta.

Pada kesempatan itu, Rudy Pratikno  menjelaskan kondisi kerukunan di Jakarta sangat baik dan peran FKUB DKI Jakarta dalam menjaga kerukunan di Jakarta sesuai dengan tupoksinya.

“FKUB Jakarta itu sebenarnya sama saja dengan FKUB daerah lainnya tentang kerjanya sesuai dengan tupoksi, tetapi karena kedudukannya di DKI sebagai Ibu Kota negara sehingga memiliki kekhasan tersendiri”

FKUB Jakarta pada saat ini memiliki peran yang sangat strategis, sehingga tidak hanya menjalankan tupoksi yang diatur dalam PBM, tetapi FKUB Jakarta dilibatkan dalam hal pengawasan aliran agama bermasalah dan menjaga kerukunan menjelang tahun tahun politik.

Dalam tahun-tahun politik, biasanya untuk menjaga kerukunan agar Jakarta tetap aman dan damai, FKUB Jakarta bekerjasama dengan majelis-majelis agama, Polda Metro Jaya melakukan kegiatan safari Kamtibmas.

FKUB Jakarta juga dilibatkan Bawaslu untuk mengawasi jalannya Pilkada, Pilpres dan Pileg agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Pada waktu yang sama H. Syarif Tanudjaja selaku wakil ketua FKUB Provinsi Jakarta menambahkan, dalam terciptanya kerukunan di DKI Jakarta, kami selalu mengedepankan dialog dengan melibatkan majelis agama.

“Kami keliling ke majelis-majelis agama bergantian menyelenggerakan kegiatan dialog lintas agama dalam rangka merayakan hari hari besar keagamaan”.

“Kami keliling ke majelis-majelis agama menyelenggarakan kegiatan dialog lintas agama dalam rangka merayakan hari besar keagamaan”.

Selain itu, kami menciptakan Sekolah Agama-agama dan Bina Damai atau SABDA untuk mengkader dari kalangan toga dan tomas sebagai kader perdamaian, kami telah mengadakan Enam angkatan.

Kegiatan SABDA ini dilaksanakan selama tiga hari, kami bekerjasama dengan majelis-mejelis agama, PUSAD Paramidina, Kesbangpol DKI Jakarta, dan Kantor Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, tandas Syarief Tanudjaja. (fkub/budi)

Kabinda: “FKUB Sangat diperlukan di Jakarta”

Kabinda Provinsi DKI Jakarta – Brigjend TNI Neno Hamriyono

FKUB JAKARTA) Kepala Binda Provinsi DKI Jakarta -Brigjen. TNI- Neno Hamriyono mengatakan: FKUB Provinsi DKI Jakarta ini sudah bagus, program-programnya sudah benar, jadi menurut saya FKUB Provinsi yang di pimpin oleh KH. Syafii Mufid harus di pertahankan, tinggal nanti legal formalnya kita usulkan ke Gubernur DKI Jakarta melalui Kesbangpol DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan masukan dan saran untuk FKUB Provinsi DKI Jakarta pada acara Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Dan Kebijakan Terkait Dengan Kerukunan Serta Pemberdayaan Kerukunan Bina Damai dengan tema ““Pentingnya Pendekatan Bina Damai dalam menjaga Persatuan Nasional” bertempat di Hotel Morrissey, Jl. KH. Wahid Hasim No.70 – Jakarta Pusat (16/10/18).

“Pak ridwan tolong sampaikan kepada Kesbangpol menurut Kabinda supaya FKUB Provinsi dilanjutkan saja, dengan catatan kalau pak Kyai tidak keberatan”.

Provinsi DKI Jakarta merupakan kota yang multi kultural, yang  sebagian besar orang-orang yang datang ke Jakarta ini membawa identitasnya masing-masing, disitulah sumber keragaman. Sumber keragaman ini perlu diselaraskan, perlu disatukan, salah satu organisasi yang bisa menselarakan adalah FKUB.

Organisasi seperti FKUB ini yang kita perlukan, khususnya di Jakarta dan Indonesia untuk mempererat lagi kerukunan hidup berbangsa dan beragama diwilayah Provinsi DKI Jakarta.

Penyerahan Cinderamata oleh Ketua FKUB Provinsi KH. Ahmad Syafii Mufid kepada Kabind – Brigjend Neno Hamriyono

Saya setuju sekali apabila FKUB ini terus berkiprah sampai tingkat International, dan menurut saya untuk periode berikutnya pak KH. Ahmad Syafii Mufid untuk memimpin FKUB ini, imbuhnya.

Neno  menambahkan, Saya menilia positif keberadaan FKUB di Jakarta ini, selama menjabat Kabinda selama Dua tahun ini saya menilai positif, dan FKUB paling sering kami undang untuk berdiskusi terkait keamanan Jakarta, pungkasnya.

Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Dan Kebijakan Terkait Dengan Kerukunan Serta Pemberdayaan Kerukunan Bina Damai dihadiri oleh: Kabinda Provinsi DKI Jakarta, Utusan Kodam Jaya, Utusan Komando Armada Angkatan Laut, Polda Metro Jaya, utusan Kejaksaan Tinggi, Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Kesbanpol DKI Jakarta, Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta, FKUB Wilayah dan Majelis-Majelis Agama(fkub/budi)

FKUB DKI Jakarta Menyelenggarakan Rapat Koordinasi

Sekretaris FKUB Provinsi DKI Jakarta, H. Taufiq Rahman Azhar sedang memberikan sambutan sekaligus pengarahan kepada FKUB Wilayah

FKUB JAKARTA) Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta ingin menjadi organisasi yang mampu mengelola Dana Hibah dari Pemerintah Provinsi dengan baik dan banar serta mampu membuat pelaporan pajak.
FKUB Provinsi pada hari Senin, 15 Oktober 2018 malaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Perencanaan Dan Evaluasi Kegiatan dengan FKUB Wilayah Kota dan Kabupaten bertempat di Aula Kantor FKUB Provinsi DKI Jakrta yang beralamat: Graha Mental Spirtual Lt.4, Jl. Awaludin II, Kebun Melati – Tanah Abang , Jakarta Pusat.

Kegiatan Rakoor ini merujuk pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor: 55 Tahun 2013, Tentang Tata Cara Pengusulan, Evaluasi, Penganggaran, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pertanggungjawaban, Pelaporan Dan Monitoring Hibah, Bantuan Sosial Dan Bantuan Keuangan Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pasal 23 bahwa (1) Penerima hibah berupa uang menyampaikan laporan penggunaan hibah kepada Gubernur melalui Kepala BPKD selaku PPKD dengan tembusan Kepala SKPD/UKPD pemberi rekomendasi, sehingga FKUB Provinsi DKI Jakarta dan wilayah dituntut mampu menggelola Dana Hibah dan dapat membuat pelaporan dengan baik dan benar.
H. Taufiq Rahman Azhar selaku ketua panitia mengatakan, “Diharapakan dengan kegiatan ini FKUB Provinsi dan Wilayah Mampu menyelenggarakan tata kelola Keuangan FKUB yang akuntabel dan transparan serta mampu membuat laporan pajak yang benar”.

Narasumber dari Kantor Pajak Pratama Dua, Tanah Abang- Jakarta Pusat sedang memberikan materi tentang menyusun pelaporan pajak yang benar

Materi Rakoor sessi pertama diisi oleh pemateri dari Kantor Pajak Pratama Dua Tanah Abang tentang menyuusun laporan pajak yang benar, dan sessi kedua diisi oleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta tentang Tata kelola keuangan Hibah yang bersumber dari Dana Hibah Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan Rapat Koordinasi diikuti oleh seluruh pimpinan dan anggota FKUB Provinsi, Ketua, sekretaris dan Bendahara FKUB Wilayah.(fkub/budi)

Penyerahan Surat Rekomendasi Pembangunan Gereja Bethesda Jakarta Utara

(FKUB JAKARTA) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) PRovinsi DKI Jakarta menyerahkan surat rekomendasi renovasi pembangunan bagi rumah ibadah Gereja Bethesda GPIB Jemaat Petra Jakarta yang beralamat, Jl. Kramat Jaya, Gg. Pepaya, Kel.Semper, Kec. Cilincing – Jakarta Utara.

Penyerahan surat rekomendasi Gereja Bethesda GPIB Jemaat Petra diberikan oleh Sekretaris FKUB DKI Jakarta H. Taufiq Rahman Azhar kepada panitia pembangunan dikantor FKUB Jakarta pada hari Selasa, 17/7/2018.

Bangunan Gereja Bethesda GPIB Jemaat Petra dibangun pertama kali pada Hari Minggu, tanggal 22 Juni 1983, dan kini kondisi Gedung Gereja Bethesda sudah sangat memprihatinkan karena rangka atap gereja sudah lapuk sehingga terjadi kebocoran pada bagian atap, hampir seluruh kusen jendela dan pintu telah lapuk dimakan rayap dan kalau hujan lebat Gereja terendam banjir. Sehingga pengurus Gereja bermaksud merenovasi gereja guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga jemaat yang beribadah di Gedung Gereja Bethesda.

Berdasarkan surat permohonan rekomendasi dari Gereja Bethesda yang dikirimkan kepada FKUB Provinsi DKI Jakarta dengan dilampiri dokumen persyaratan dan  hasil kunjungan lapangan pengurus FKUB Jakarta kelokasi pembangunan pada tanggak, 3 Juli 2018 dengan mendengarkan kesaksian dari tokoh masyarakat, pihak keamanan maka sudah selayaknya Gereja Bethesda diberikan surat rekomendasi pembangunan renovasi dari FKUB DKI Jakarta untuk dipergunakan mengurus IMB kepada Gubernur DKI Jakarta.(fkub/budi)

Echa Abdullah: “Majelis Agama dan Ormas Keagamaan Memegang Peranan Penting dalam Mewujudkan Kerukunan Masyarakat Jakarta

KH. Echa Abdullah – Ketua Panitia sedang memberikan sambutan

(FKUB JAKATA) Sesuai ketentuan yang ada dalam Peratuan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No.9/8 thn 2006, FKUB Provinsi memiliki tugas pokok dan fungsi yaitu  Satu, melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat,  Kedua, menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat,  Ketiga, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan gubernur; dan Keempat, melakukan sosialisasi peraturan perundangundangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat.

Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta dalam memenuhi ketentuan yang ada dalam PBM No.9/8 thn 2006 menyelengarakan kegiatan sosialisasi Peraturan Perundang-undangan serta Kebijakan tentang kerukunan dan pemberdayaan masyarakat dengan tema “Kita Wujudkan Jakarta Baru Yang Rukun dan Damai” dilaksanakan di Hotel Sentral yang beralamat di Jl. Raya Pramuka – Jakarta (5/7/2018).

Kegiatan Sosialisasi ini diikuti oleh perserta dari perwakilan majelis majelis agama, organisasi masyarakat keagamaan, aktivis wanita, KUB Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta dan anggota FKUB Provinsi DKI Jakarta yang semuanya berjumlah 60 orang.

Menurut Echa Abdullah selaku ketua panitia acara sosialisasi ini mengatakan, kegiatan ini kami khususkan untuk beberapa komponen di masyarakat DKI Jakarta, dan menurut petimbangan kami  justru yang memegang peranan penting dalam mewujudkan kerukunan masyarakat Jakarta yaitu majelis-majelis agama, pimpinan ormas keagamaan, aktivis wanita, FKUB dan KUB Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta.

Menurut kami ini sangat penting didalam kita memasuki usia Jakarta yang ke 491, diharapkan oleh kita, dan pemerintah agar Jakarta lebih maju, maju kotanya dan sejahtea rakyatnya dan para peserta ini yang memegang peranan penting dalam mewujudkan kerukunan masyarakat Jakarta, imbuhnya.

Echa juga berharap, melalui sosialisasi ini peserta bukan hanya nanti mampu menyerap apa yang disampaikan oleh para narasumber tetapi nanti mempu melaksanakan di ormas dan agama kita masing masing, sehingga akan ada sinergi kerjasama diantara kita bersama dan sama sama bekerja untuk bagaimana memberdayakan masyarakat  Jakarta ini khususnya Jamaah dan umat kita masing-masing, sehingga apa yang  kita harapkan yaitu terwujudnya Jakarta baru yang rukun dan damai bisa tercapai.

Echa menambahkan, semoga melalui sosialisasi ini mudah-mudahan setelah menyerap, bertemu, bersilaturahim, dan saling mengenal  maka keakraban diantara kita semakin kokoh, persaudaraan antara kita semakin dekat dan dengan demikian insya Allah kerjasama diantara kita akan makin meningkat dan apa yang diharapak pemerintah provinsi  “Jakarta lebih maju, maju kotanya dan sejahtea rakyatnya” dapat terwujud berkat kerjasam kita. Dan mudah-mudahan forum ini bisa dijadikan senjata kita dalam rangka membangun Jakarta ini lebih maju dan lebih baik, pungkas echa.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta –KH. Ahmad Syafii Mufid sekaligus menjadi narsumber dengan materi “Peran Serta Masyarakat Dalam Membangun Dan Memelihara Kerukunan” dan narasumber kedua adalah H. Bahrul Hayat, P.hD dengan judul materi “Membangun Kerukunan Umat Beragama” (fkub/budi)

 

PUAN AMAL HAYATI dan INTI Peduli dengan Kaum Pamulung, Tukang Ojek / Bajaj dan kaum Dhuafa

(FKUB Jakarta) Kepedulian terhadap kaum dhuafa dan orang yang kurang mampu ditunjukan Perhimpunan INTI dengan menyelengarakan kegiatan  Sahur bersama di lapangan RPTRA Kalijodo pada hari Selasa (12/6/2018)

Kegiatan Sahur bersama ini dilaksanakan PUAN  AMAL HAYATI bekerjasam dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) sebagai organisasi yang konsisten akan selalu mendukung setiap upaya yang memperjuangkan kepedulian, kebersamaan, persahabatan dan persaudaraan sesama warga bangsa tanpa terkecuali.

Menurut Liem Liliany Lontoh selaku ketua panitia pada saat diwawancarai mengatakan, kegiatan sahur bersama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga bangsa, terutama dengan memberikan perhatian khusus kepada mereka yang kurang beruntung serta menyantuni kaum dhuafa yang sedang menjalankan ibadah puasa, agar bisa bersahur/berbuka bersama.

Liliany menambahkan, bahwa sahur bersama ini dapat memberi penyadaran kepada kita semua tentang pentingnya menghormati, menjaga, merawat dan merayakan kebinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

“Menyadarkan kita semua bahwa perbedaan agama dan keyakinan tidak perlu membuat kita saling terasing satu sama lain, justru saling mempererat persaudaraan”.

Liliany yang juga sebagai ketua Sosial & CSR INTI menegaskan bahwa Sahur Bersama ini dapat melatih kerjasama berbagai komponen bangsa, melintasi semua sekat agama, budaya dan etnisitas.

Sahur bersama ini melibatkan Dua ribu peserta, dan dihadiri oleh Istri Presiden Indonesia Keempat Abdurahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid, Ketua Umum Ikatan Cendiakawan Muslim (ICMI) Jimly Asshiddiqie, Kombes Pol. Sambodo Purnomo selaku Dir Binmas Polda Metro Jaya, AKBP. Jajang Hasan Basri-kasubid Bintibluh Polda Metro Jaya, AKBP. Rachmat Sumekar-Kapolsek Penjaringan, H. Robby Nurhadi ketua umum Forum Kemitraan Religi Kamtibmas Polda Metro Jaya, serta turt hadir tokoh lintas agama dari MATAKIN, MUI, PHDI, PGIW Jakarta, Walubi, LDII, Muhammadiyah, Syarikat Islam, GOI, Harmoni Bahai, MLKI, dll

Ketua Umum INTI – Teddy Sugianto memberikan sambutan

Semantara itu Ketua Umum INTI – Teddy Sugianto dalam sambutannya mengatakan, sudah selayaknya bila setiap warga bangsa saling menghormati agama dan kepercayaan saudaranya, dan saling membantu selaras dengan nilai gotong-royong yang menjadi nilai luhur yang diwariskan generasi pendahulu.

INTI sadar, bila tak ingin didiskriminasi, INTI tidak hanya tidak boleh diskriminatif, melainkan juga harus konsisten mendukung setiap upaya serius bagi terwujudnya persaudaraan sejati.

Teddy Sugianto juga menjelaskan bahwa kelahiran INTI tidak bisa dilepaskan dari peran Gus Dur secara khusus dsn dukungan Nahdlatul Ulama secara umum. Oleh karenanya INTI berkomitmen ikut mendukung setiap kegiatan Keluaga Besar Gus Dur dan NU, selama sejalan dengan visi-misi INTI.

Pada kesempatan itu Sinta Nuriyah Wahid dalam sambutannya mengatakan, acara sahur bersama ini memberikan nilai kerukunan dan perdamaian. Sebab acara ini dihadiri oleh berbagai macam suku dan agama.

“Jadi dengan acara ini saya bersyukur. Kalau melihat acara seperti ini Indonesia itu dalam keadaan rukun dan damai dalam kehidupan yang damai bersama semuanya” kata Shinta.

Kegiatan Sahur Bersama dipandu oleh MC Indra Bekti, dan dihibur dengan penampilan Barongsay, Marawis, Paduan Suara serta ada penyerahan tiga buah kursi roda kepada tiga komunitas yaitu pemulung, tukang ojek dan dhuafa (fkub/budi)

 

 

1 2 3 5